Recent Updates Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • dian.susanthy10 9:18 am on 14 September 2010 Permalink | Reply  

    Cerita Inspirasi 

    hmm,

    semoga cerita inspirasi ini bermanfaat bagi pembacanya,

    amin,

    selamat membaca…

    ^^

    ~~~

    WAKTU

    05.00 WIB

                “Dian! Bangun! Ayo subuh!”

                Kudengar suara mamah berseru memanggilku.

                “Iya, mah. Sebentar lagi Dian bangun,” jawabku dengan malas.

                Namun tak sejalan dengan apa yang baru saja kuucapkan, aku terlelap kembali.

    05.30 WIB

                “Dian! Sekarang sudah jam setengah enam. Kamu sekolah kan, de?” mamah membangunkanku lagi.

                “Iya, mah,” aku pun bangun dan duduk di pinggir tempat tidurku.

                Hmm, baru jam setengah enam. Berarti aku masih punya waktu 75 menit untuk bersiap-siap. Kalau begitu aku akan mandi selama 15 menit. Kemudian sholat subuh dan mengaji selama 30 menit. Lalu aku akan berpakaian selama 15 menit. Setelah itu sarapan selama 15 menit kemudian berangkat ke sekolah dengan tenang. Sepertinya waktu lima menit cukup untukku sampai di sekolah.

                Tapi, sepertinya waktu untuk sholat subuh dan mengaji terlalu lama. Cukup 15 menit saja. Jadi sekarang aku bisa berbaring lagi selama 15 menit.

                Dengan pemikiran dan perhitungan waktu seperti itu aku kembali melanjutkan tidurku.

    05.45 WIB

                “Dian! Mau bangun jam berapa?” ibuku bertanya dengan nada menyindir.

                “Ini sudah bangun, mah,” jawabku berbohong.

                Kulihat jam dinding di kamarku.

                Jam enam kurang lima belas menit. Berarti waktuku untuk bersiap-siap adalah enam puluh menit. Sepertinya itu terlalu lama. Aku bisa mandi hanya dalam waktu sepuluh menit. Dan aku pun bisa berpakaian dalam waktu sepuluh menit. Jadi masih ada sisa waktu sepuluh menit lagi yang bisa kugunakan untuk tidur kembali.

                Dan aku pun terlelap.

    06.00 WIB

                Kriiing kriiing…

    Telepon genggamku berdering. Ternyata temanku mengirimkanku sebuah pesan tentang ulangan hari ini. Aku membacanya selintas. Kemudian aku terperangah melihat jam yang ada di layar telepon genggamku itu.

    Hah? Jam enam? Ya ampun! Aku tidur lebih lama daripada sisa waktu yang kupikirkan tadi. Kalau aku tidak buru-buru, aku akan telat.

    Dengan panik aku bangun dari tempat tidurku. Aku segera berlari ke kamar mandi.

    06.20 WIB

                Aku keluar dari kamar mandi. Segera kulihat jam dinding yang ada di ruang tengah.

                Ya ampun! Gawat. Aku mandi terlalu lama. Sepertinya aku harus mempercepat sholat subuhku. Mungkin aku bisa melakukannya dalam sepuluh menit. Dan aku tidak bisa mengaji pagi ini.

                Aku pun segera melaksanakan sholat subuh dengan terburu-buru.

    06.30 WIB

                Aku telah selesai melaksanakan sholat subuh. Kulihat jam lagi.

                Hmm, setengah tujuh. Berarti waktu sholatku tepat.

                Aku berlari kembali ke kamarku. Segera aku berpakaian.

    06.40 WIB

                Aku segera menuju ruang makan dengan seragam rapih serta tas yang telah kukenakan.

                Aku sarapan dengan tergesa-gesa. Waktu yang tersisa untukku hanya sepuluh menit. Karena pukul tujuh kurang sepuluh pintu gerbang sekolahku akan ditutup.

    06.45 WIB

                Aku telah memakan sedikit sarapanku. Namun aku tidak menghabiskannya. Aku segera bersalaman dengan ibuku dan berlari keluar dari rumah.

    06.47 WIB

                Aku masih berada di jalan. Masih lumayan jauh dari sekolahku. Tanpa kusangka ternyata pagi ini terjadi kemacetan di jalan menuju sekolahku. Dengan panik aku mencoba bersabar dan menunggu. Tidak ada jalan lain yang bisa kulewati selain jalan ini untuk menuju ke sekolahku.

    06.49 WIB

                Akhirnya aku berhasil melewati kemacetan itu. Tak henti-hentinya aku melirik jam tanganku. Jantungku berdetak cepat. Kuminta supir angkutan umum yang kutumpangi untuk mempercepat kelajuannya.

    06.50 WIB

                Aku semakin panik. Sebagian hatiku berharap pintu gerbang sekolah masih terbuka sehingga aku bisa masuk. Namun sebagian yang lain berkata bahwa aku tidak mungkin bisa masuk. Keringatku semakin membasahi tubuhku karena kepanikanku.

    06.55 WIB

                Aku sampai di depan gerbang sekolah. Ternyata gerbang itu sudah tertutup. Hatiku sedih. Hari ini aku tidak bisa masuk sekolah karena kemalasanku. Dan itu berarti pula aku tidak dapat mengikuti ulangan hari ini. Dan entah berapa banyak kejadian penting yang terjadi di sekolah yang kulewatkan hari ini.

                Aku pun pulang dengan kepala tertunduk.

    KARMA

    Kelas X semester I

                Sebagai siswa baru, aku berkenalan dengan banyak orang. Aku pun mencoba berbagai organisasi yang ada di sekolahku.

                Kuawali pengalaman keorganisasianku dengan mengikuti kegiatan rohis. Disana aku bertemu Rezky dan Faiza. Dua orang muslimah yang begitu taat. Dari mereka aku mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman.

                Seiring dengan berjalannya waktu, kami pun bersahabat.

    Kelas X semester II

                Di semester ini aku mulai mengikuti organisasi lain yaitu PMR. Karena anggota di organisasi ini lebih sedikit dari anggota rohis, maka aku pun mendapat tugas yang lebih banyak daripada tugas yang aku dapatkan dari rohis. Hal ini membuatku lebih sering berkumpul dengan anggota PMR yang lain daripada dengan anggota rohis sehingga persahabatanku dengan Rezky dan Faiza pun mengendur.

    Kelas XI semester I

                Aku terpilih sebagai pengurus inti di PMR. Aku pun semakin sibuk. Waktu dan perhatianku tersita untuk PMR. Hal ini mengakibatkan aku semakin melalaikan tugasku di rohis.

                Namun dari kesibukanku ini aku bersahabat dengan Rana. Persahabatan kami terjalin karena kesibukan kami dalam organisasi kami masing-masing yang sering bersamaan.

    Kelas XI semester II

                Rana mengenalkan aku dengan sahabatnya, Ayu. Ayu adalah teman sekelasku. Ia teman duduk Rana. Namun ia adalah orang yang cukup tertutup sehingga tidak mudah untuk berteman dengannya.

                Namun di semester ini ia lebih membuka dirinya. Ia pun lebih sering mengobrol dengan aku daripada sebelumnya. Ia juga mulai mengikuti rohis.

                Pada semester ini pula aku mulai belajar membagi waktuku. Aku sadar aku tidak boleh meninggalkan kewajibanku di rohis. Namun ini tidak berarti persahabatanku dengan Rezky dan Faiza kembali seperti dulu. Entah mengapa kini aku yang lebih menutup diri dari mereka.

    Kelas XII semester I

                Aku dan Ayu mulai bersahabat. Kami sering melakukan kegiatan bersama. Ia menjadi teman duduk. Kami pun sering bertukar cerita dan meminta pendapat.

                Namun kebersamaan aku dan Ayu menyebabkan persahabatan Ayu dan Rana semakin renggang. Mereka semakin jarang mengobrol dan duduk bersama. Aku pun begitu. Tapi aku tidak menyadari hal ini.

    Kelas XII semester II

                Ayu semakin aktif di rohis. Ia pun kini menjalin persahabatan dengan Rezky. Dan aku pun merasa ia semakin menjauh dariku. Padahal hanya kepadanya lah aku bisa membuka diriku.

                Dalam kesendirian aku merenung tentang penyebab menjauhnya Ayu. Aku mengintrospeksi diriku. Mungkinkah ini karma? Aku dahulu meninggalkan sahabat-sahabatku kemudian sekarang aku ditinggalkan oleh sahabat-sahabatku. Aku dahulu merebut sahabat temanku dan kini sahabatku direbut oleh temanku. Dan jawaban yang kutemukan pada diriku adalah iya. Aku melakukannya. Dan karma itu berlaku.

     
  • dian.susanthy10 10:01 pm on 28 July 2010 Permalink | Reply  

    A3, 338 

    So many stories here,

    dari mulai baru dtg,

    canggung2an,

    pertama kali ditinggal keluarga,

    smpe gila2an brg,

    cacat2an brg,

    bersih2 brg hmpir sehari 3 kali,

    ckckck

    penghuni’a ada aku, luci, sisi, icha, ga lupa 2 lagi yg ga bsa disebutin, rahasia de pko’a,

    kamar kami hmpir selalu bersih, karena disapu pagi, sore, dan mlem sblum tdur (kya minum obat aja ya? hehehe)

    musuh kami adalah rambut2 rontok yg suka berjatuhan dimana2,

    karena bersih dan rapi, kita jadi nyaman banget di kamar,

    ^^

    I love our room…

    XD

     
  • dian.susanthy10 8:16 pm on 28 July 2010 Permalink | Reply  

    Bismillaah… 

    Bismillahi rrohmaani rrohiim…

    semoga blog ini akan bermanfaat baik buat saya maupun untuk orang lain,

    amiin…

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel